İqbal Musyaffa
28 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jalan Trans Papua Barat sepanjang 1.070,62 km yang merupakan bagian dari Jalan Trans Papua.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Selasa malam, mengatakan jalan Trans Papua akan membuka keterisolasian wilayah.
“Selain itu, juga dapat menurunkan tingkat kemahalan harga barang-barang dan mengurangi kesenjangan pembangunan,” ujar Menteri Basuki.
Menteri Basuki mengatakan bahwa masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua.
Dia menambahkan, meskipun kendaraan yang melintas masih sedikit, namun penduduk yang sebelumnya berjalan kaki melalui medan yang sulit dan memakan waktu lama, kini bisa melewati trans Papua dan memangkas waktu perjalanan.
Kepala BPJN XVII Yohanis Tulak Todingrara mengatakan pada tahun ini pemerintah mengalokasikan dana penanganan Trans Papua Barat sebesar Rp 950 miliar.
Dana tersebut selain untuk pembangunan jalan juga digunakan untuk pembangunan sejumlah jembatan karena melintasi banyak sungai serta pemeliharaan agar tetap dalam kondisi fungsional.
Hingga akhir 2017, jumlah jembatan yang harus dibangun sebanyak 125 jembatan atau setara 3.350 meter.
Pembangunan jembatan bersifat semi permanen menggunakan jembatan bailey atau jembatan kayu.
“Kami targetkan bisa selesai tahun 2019. Pada tahun ini sudah kita tangani pembangunan sebanyak 60 jembatan yang juga akan melibatkan Pusjatan untuk pendampingan,” ujar Tulak.