Hayati Nupus
JAKARTA
Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan karakter geografis Papua dengan pegunungan berkontur ekstrim dan cuaca tak menentu menjadi tantangan utama bagi penerbang pesawat di wilayah paling ujung Indonesia itu.
Fasilitas infrastruktur di Papua masih terbatas. Masih minimnya jalan yang menyambungkan antar wilayah menyebabkan penerbangan menjadi transportasi yang diandalkan. Sementara itu, sebagian besar infrastruktur penerbangan masih belum memenuhi standar.
“Lapangan terbang yang memenuhi standar bisa dihitung dengan jari. Sebagian besar sekadar bisa mendarat dan tinggal landas saja, permukaan masih tanah bahkan berlokasi di bukit-bukit yang tidak rata” kata Alvin kepada Anadolu Agency, Kamis.
Selain itu infrastruktur untuk navigasi dan cuaca pun belum memadai. Saat ini pemerintah sedang mengupayakan penggunaan teknologi baru dengan satelit.
“Upaya itu juga butuh waktu, memodernisasi teknologi baru di Papua tidak mudah karena kondisi geografis yang ekstrem” katanya.
Pilot yang menerbangkan pesawat di Papua harus memiliki keterampilan mountain flying. Pesawat menghadapi medan pegunungan dan harus terbang di antara celah-celahnya. Keterampilan yang dibutuhkan pun tak sekadar menerbangkan pesawat di antara celah sempit, tapi sekaligus memahami sifat angin dan karakter perubahan cuaca.
Umumnya pilot Papua akan berpikir ulang untuk menerbangkan pesawat jika sudah di atas pukul 1 siang. Lewat jam itu perubahan cuaca biasanya terjadi secara cepat. “Tadinya jarak pandang memenuhi, tiba-tiba bisa saja berkabut. Perlu pengalaman khusus untuk terbang di Papua,” katanya.
Tantangan-tantangan itu yang menyebabkan angka kecelakaan pesawat di Papua tinggi. Sepanjang 2016 lalu, 60 persen kecelakaan pesawat di Indonesia terjadi di wilayah Papua.
Bagaimanapun, kata Alvin, kondisi alam tidak dapat diubah.
“Geografis Papua dulu dan 100 tahun lagi juga akan begitu. Justru manusianya yang harus menyesuaikan,” katanya.
Pesawat Pilatus Porter PC-6 PK-RCX milik Associated Mission Aviation (AMA) mengalami kecelakaan yang menewaskan 5 orang awak kapal terjadi pada Rabu (5/7) lalu di Wamena Papua.
AMA, ujar Alvin, merupakan salah satu operator penerbangan berpengalaman yang amat paham kondisi Papua.
Pilot-pilot AMA telah dibekali keterampilan mountain flying dan bagaimana strategi membaca cuaca. “Bahkan pilot berpengalaman pun masih bisa kecelakaan di Papua. Ini jadi lampu merah agar kita segera memperbaiki infrastruktur di sana,” katanya.
news_share_descriptionsubscription_contact
