İqbal Musyaffa
01 Agustus 2018•Update: 01 Agustus 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir inflasi Juli sebesar 0,28 persen yang utamanya didorong oleh kenaikan harga bahan makanan.
Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa inflasi kelompok bahan makanan pada Juli sebesar 0,86 persen dan memiliki andil 0,18 persen dari inflasi Juli.
“Dari 11 sub-kelompok pada kelompok ini, 7 di antaranya mengalami inflasi dan 4 lainnya deflasi,” ujar Suhariyanto.
Sub-kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah telur, susu, dan hasil olahannya dengan inflasi mencapai 3,64 persen.
Kemudian, komoditas pangan yang mengalami inflasi adalah telur ayam ras sebesar 0,08 persen, daging ayam ras sebesar 0,07 persen, cabai rawit 0,03 persen, kacang panjang 0,02 persen, serta bayam, jengkol, kangkung, tomat sayur, jeruk, dan tomat buah masing-masing mengalami inflasi 0,01 persen.
“Sementara komoditas yang dominan menyumbang deflasi adalah bawang merah sebesar 0,05 persen, cabai merah 0,02 persen, daging sapi dan ikan segar masing-masing 0,01 persen,” jelas dia.
Kelompok lainnya yang menyumbang inflasi Juli adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,45 persen dan memberi andil inflasi sebesar 0,09 persen.
Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,16 persen dan menyumbang 0,04 persen terhadap inflasi Juli.
Kelompok sandang menurut BPS mengalami inflasi 0,29 persen dan menyumbang inflasi 0,02 persen. Kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,27 persen serta memiliki andil 0,01 persen terhadap inflasi Juli.
Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami inflasi 0,83 persen dengan andil inflasi Juli sebesar 0,07 persen. Satu kelompok lainnya adalah transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi 0,65 persen dengan andil terhadap inflasi Juli -0,13 persen.
Suhariyanto menguraikan bahwa inflasi Juli sebesar 0,28 persen menjadikan total inflasi tahun kalender Januari-Juli sebesar 2,18 persen, lebih baik dari inflasi tahun kalender periode yang sama tahun lalu dengan inflasi 2,6 persen.
Bila dilihat secara year on year, inflasi Juli sebesar 3,18 persen dan jauh lebih baik dari inflasi yoy Juli tahun lalu yang sebesar 3,88 persen.
“Dapat disimpulkan inflasi Juli masih terkendali dan masih ada dalam kisaran yang ditetapkan dalam asumsi makro pemerintah 3,5 plus minus 1 persen,” ujar Suhariyanto.