İqbal Musyaffa
01 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Gempa yang mengguncang Lombok pada akhir Juli lalu membuat jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia merosot pada Agustus, kata Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin.
Turis yang berkunjung ke Indonesia pada Agustus tercatat sebanyak 1.510.764 orang, lebih rendah dari Juli yang mencapai 1.540.549 orang.
Kepala BPS Suhariyanto kepada wartawan di Jakarta mengatakan penurunan turis asing yang berkunjung ke Lombok melalui Bandara Internasional Lombok, NTB mencapai 64,71 persen year on year.
“Turis asing yang datang ke Lombok pada Agustus hanya 4.308 orang. Sementara pada Agustus tahun lalu sebanyak 12.207 orang,” jelas Suhariyanto.
Kunjungan turis asing ke Lombok pada Agustus juga turun 69,18 persen month to month dengan jumlah kunjungan saat itu sebanyak 13.980 orang.
Sepanjang tahun ini pada periode Januari-Agustus, berdasarkan data BPS, tercatat jumlah kunjungan turis asing ke Lombok hanya 66.092 orang, atau turun 25,19 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah 88.346 orang.
“Penurunan jumlah kunjungan turis asing juga terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali,” ungkap Suhariyanto.
Dalam data BPS tercatat kunjungan turis asing ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Agustus sebanyak 572.027 orang, lebih rendah 4,91 persen dari kunjungan pada Agustus tahun lalu dengan jumlah kunjungan turis asing mencapai 601.553 orang.
Penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali melalui jalur udara lebih besar lagi bila dibandingkan dengan bulan Juli yakni sebesar 8,37 persen. Turis asing yang berkunjung ke Bali melalui udara pada saat itu mencapai 624.263 orang.
Sepanjang Januari hingga Agustus jumlah turis asing yang berkunjung ke Bali mencapai 4.053.018 orang, lebih besar 1,42 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah kunjungan 3.996.094 turis asing.
“Penurunan kunjungan turis asing melalui udara pada Agustus juga terjadi di beberapa bandara,” ungkap dia.
Suhariyanto menjabarkan terjadi penurunan kunjungan turis secara year on year di Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau sebesar 17,08 persen, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta sebesar 14,75 persen, dan Bandara Ahmad Yani Jawa Tengah sebesar 1,14 persen.