Erric Permana
07 Agustus 2019•Update: 08 Agustus 2019
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia menargetkan negosiasi kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia- Turki (IT-CEPA) akan rampung pada tahun ini.
Target ini disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi saat mendampingi Presiden Joko Widodo berbincang dengan Duta Besar Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kılıç di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu.
Retno Marsudi mengatakan masih ada sejumlah hal dalam kerja sama tersebut yang masih harus diselesaikan.
Dia berharap dengan selesainya negosiasi IT-CEPA pada tahun ini, maka bisa ditandatangani oleh kedua kepala negara pada 2020 nanti.
"Tahun depan [2020] pada saat kita akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik dengan Turki, maka dapat ditandatangani," ujar Retno di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu.
Dalam perbincangan dengan Dubes Turki untuk Indonesia, Retno juga mengatakan Presiden Joko Widodo membahas rencana kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia pada 2020.
"Tapi sekali lagi ini masih rencana dan belum untuk tahun ini," jelas dia.
Presiden Indonesia menerima surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Turki untuk Indonesia Mahmur Erol Kılıç kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu.
Kılıç resmi ditunjuk Erdogan untuk bertugas di Indonesia pada Februari 2019 lalu.
Mahmut Erol Kılıç merupakan Guru Besar Tasawwuf Universitas Marmara menggantikan Mehmet Kadri Sander Gurbuz, yang selesai masa tugasnya beberapa bulan lalu setelah bertugas selama 2 tahun di Indonesia.