Shenny Fierdha Chumaira
01 Maret 2018•Update: 02 Maret 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan atau Jarkom SP Perbankan menggelar aksi long march di Jakarta pada Kamis yang menuntut adanya kenaikan upah minimum sektoral sebesar 30 persen menjadi Rp 4,7 juta.
Sebelumnya, sebuah survei yang dirilis beberapa waktu lalu menunjukkan pegawai perbankan memiliki gaji yang lebih rendah dibandingkan gaji pegawai ritel dan supermarket di beberapa daerah, Depok misalnya.
Dalam aksi ini, para pegawai bank mengungkapkan pentingnya peran perbankan yang merupakan salah satu sektor unggulan negara dan ketiadaan perbankan akan berdampak buruk pada perekonomian negara.
Mereka juga mengaku mengemban risiko kerja yang tinggi sebab berurusan dengan uang nasabah.
"Bank itu kalau mogok maka akan menimbulkan efek domino, dan akan berdampak ke banyak hal," kata Ketua Umum SP Bank Danamon Abdoel Mujib ketika ditemui sebelum dimulainya aksi long march.
Dia berharap dengan melakukan aksi ini, maka upah minimum sektoral perbankan akan meningkat.
"Semoga pemerintah khususnya Dewan Pengupahan memiliki pertimbangan yang rasional di antaranya menggunakan parameter-parameter keuangan," ungkap Abdoel.
Sekitar 400 massa dari 19 SP perbankan antara lain Danamon, Maybank Syariah, Ganesha, CIMB Niaga, UOB, dan lain-lain diprediksi akan mengikuti aksi.
Namun sampai long march akhirnya dimulai pada 10.20 WIB, baru ada sekitar 150-200 orang yang ikut aksi long march.
Aksi diiringi dengan tetabuhan gamelan sederhana dan ondel-ondel.
Massa akan berjalan menuju Balai Kota Jakarta untuk menemui Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk menyampaikan tuntutannya.