Muhammad Latief
06 September 2017•Update: 07 September 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akan dikelola bersama antara pemerintah Indonesia dan operator dari Jepang.
Ini salah satu komitmen yang dibicarakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan perwakilan rombongan investor Jepang, demikian dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa.
“Tadi disebutkan juga, kalau (pelabuhan) Patimban nanti (me)ngoperasikannya bersama antara Jepang dan Indonesia,” ujarnya saat menghadiri seminar Indonesia-Japan Urban Development & Housing, di Jakarta.
Pelabuhan Patimban adalah pelabuhan baru yang diharapkan bisa mengurangi beban Pelabuhan terbesar di Indonesia, yaitu Tanjung Priok, Jakarta. Pelabuhan ini juga akan berperan penting meningkatkan aktivitas industri di Jawa Barat.
Selama ini angkutan logistik dari provinsi ini keluar wilayah mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga menimbulkan masalah lalu lintas di beberapa ruas jalan tol. Dengan pelabuhan ini, industri logistik di Jawa Barat diharapkan bisa lebih efisisien.
Proyek ini mendapatkan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar USD 1,03 miliar untuk tahap pertama dengan skema pinjaman. Pembangunan tahap I ditargetkan selesai pada 2019, di antaranya adalah pembangunan terminal peti kemas dengan ukuran 400 m x 300 m, lapangan peti kemas berkapasitas 250.000 TEUS, terminal kendaraan yang berkapasitas 218.000 CBU, akses jalan dan kedalaman alur dan kolam -10 mLWS.
Selain proyek Patimban, kata Menteri Basuki, Jepang dan Indonesia sudah menyetujui enam proyek lain yaitu pengembangan Blok Masela, proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera, proyek kereta semi cepat Jakarta – Surabaya, proyek Sistem Pengolahan Limbah Terpusat (Jakarta Sewerage), Mass Rapid Transit (MRT) second phase, serta pembangunan pulau-pulau terluar. Pulau terluar itu seperti Morotai, Bitung, Saumlaki, Natuna, dengan proyek air minum dan perumahan.
“Tujuh itu mereka sudah oke akan back up. Ada bentuknya investasi ada pinjaman.”