İqbal Musyaffa
07 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengajak sektor swasta untuk ikut andil membangun Indonesia, seiring dengan semakin kondusifnya iklim berusaha dan investasi.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengatakan di hadapan para investor di Jakarta, Rabu, bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat menjanjikan untuk berbisnis.
Pemerintah, menurut Menteri Sri, terus berupaya memperbaiki iklim usaha dan investasi agar kian kondusif. Pada saat Indonesia berusia 100 tahun pada 2045 nanti, populasi Indonesia akan mencapai 300 juta jiwa, 50 persennya berusia produktif.
“Sebanyak 80 persen penduduk adalah kelas menengah dengan PDB [produk domestik bruto] mencapai Rp29 ribu triliun,” jelas Menteri Sri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB Indonesia 2017 sebesar Rp13.588,8 triliun, sementara PDB per kapita Rp51,89 juta.
“Kita harus bisa pertahankan stabilitas dan mendukung reformasi struktural untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif,” imbuh Menteri Sri.
Mantan Direktur Bank Dunia tersebut juga mengapresiasi mulai banyaknya badan usaha milik negara (BUMN) dan sektor swasta yang berkontribusi melakukan pembangunan dan investasi melalui skema kerja sama pemerintah-swasta.
Dia berharap akan terus muncul ide dan inovasi baru hasil kolaborasi antara pemerintah, BUMN, serta swasta.
“Pemerintah sedang membangun pondasi untuk keberlanjutan pembangunan Indonesia. Pada tahun ini kita ingin semakin mengajak swasta untuk berperan,” tambah dia.
Melalui pondasi pembangunan berkelanjutan yang saat ini sedang dibangun pemerintah, Menteri Sri berharap Indonesia dapat bertahan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah dan semenanjung Korea, serta praktek normalisasi ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok, dan Jepang.