İqbal Musyaffa
06 September 2018•Update: 07 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah melakukan rapat koordinasi pada Kamis untuk membahas upaya menjaga harga pangan agar inflasi tetap terkendali.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga pangan pada Agustus sudah deflasi. Namun, dia mengakui harga beras sangat sensitif terhadap inflasi.
“Kita meminta Bulog menyiapkan ketersediaan beras dengan melakukan operasi pasar,” jelas Menteri Enggar.
Pengertian dari operasi pasar tersebut, menurut dia, bukan dengan cara Bulog menjual beras di pasar, tetapi pedagang beras di pasar yang akan menjual beras Bulog.
“Beras adalah makanan utama dan jadi perhatian khusus,” tukas dia.
Stok beras Bulog saat ini sebesar 2,2 juta ton, dengan 820 ribu ton di antaranya berasal dari dalam negeri. Dengan stok tersebut, dia menegaskan tidak akan ada impor lagi.
“Total impor sudah keluar dalam tiga kali rakor yang lalu sebanyak 500 ribu ton, 500 ribu ton, dan 1 juta ton. Sekarang tinggal proses masuknya saja,” imbuh Menteri Enggar.
Dari jumlah 2 juta ton tersebut, menurut dia, saat ini sudah masuk sekitar 1,4 juta ton.
Selain harga beras, pemerintah juga membahas mengenai harga tahu dan tempe karena banyaknya komponen impor yang berasal dari bahan baku kedelai yang juga terpengaruh oleh pelemahan nilai tukar rupiah.
Menurut dia, pemerintah sudah melakukan kerja sama dengan AS terkait pembelian kedelai. Menteri Enggar mengatakan pasar kedelai terbatas sebagai dampak dari adanya perang dagang.
“Para distributor, importir, dan penjual kedelainya sudah berjanji untuk tidak seenaknya menaikkan harga dengan pendekatan nilai kurs. Mereka tahu market kedelai adalah pedagang tahu tempe,” urai Menteri Enggar.
Dia juga mengaku belum mendengar adanya kenaikan harga tahu dan tempe di pasar. Dalam waktu dekat Menteri Enggar akan mengecek pedagang untuk mengkonfirmasi adanya kenaikan harga tahu dan tempe, serta dasar dari kenaikan harga tersebut.
Menteri Enggar mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan banyak mempengaruhi inflasi dari harga pangan selama harga beras dan harga barang bergejolak seperti gula dan minyak goreng.
“Harga daging ayam dan telur juga akan kita kendalikan,” tambah dia.
Pemerintah, menurut dia, juga akan memberikan kompensasi kepada para peternak terkait adanya kenaikan harga pakan ternak yang banyak berasal dari impor.
“Saya belum tahu reaksi pedagang [daging ayam] seperti apa. Harga pakan naik karena nilai tukar tapi dari sisi penjualannya harga daging ayam turun,” ucap dia.