Muhammad Latief
08 April 2018•Update: 09 April 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah mengenalkan teknologi pembuatan purwarupa Computerized Numerical Control (CNC) Router dan 3D Printer untuk dapat dimanfaatkan oleh kalangan Industri Kecil Menengah (IKM).
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara mengatakan kedua teknologi ini bisa memangkas waktu dan biaya produksi sehingga IKM bisa menghasilkan produk yang mempunyai daya saing.
Teknologi yang disebut sebagai salah satu implementasi industri 4.0 juga mampu menghasilkan produk dengan tingkat ketepatan dan kecermatan yang lebih baik.
“Faktor utama agar ada daya saing IKM kita adalah standar kualitas produk, biaya produksi dan waktu pengiriman produk,” ujar dia dalam siaran pers, Sabtu.
Kedua alat ini, mengurut Ngakan akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi. Sehingga IKM dapat meningkatkan daya saing harga jualnya dan memenuhi target pengiriman dari pelanggan.
Efisiensi dengan pemanfaatan teknologi CNC Router telah dilakukan saat pembuatan pola komponen casing pompa sentrifugal.
Waktu yang diperlukan untuk pembuatan pola tersebut secara manual mencapai 20 hari kerja dengan jumlah pekerja dua orang.
Setelah menggunakan CNC Router, proses pembuatan hanya memerlukan waktu sekitar lima hari kerja dan satu orang operator.
“Produktivitas pembuatan pola komponen casing pompa centrifugal meningkat hingga 400 persen,” ujar dia.
“Alat ini juga menghemat biaya tenaga kerja hingga 80 persen,” lanjut Ngakan.
Harga kedua alat ini juga terjangkau, 3D printer bisa didapatkan dengan biaya mulai dari Rp3 juta, dan mesin CNC Router bisa didapatkan mulai dari Rp5 juta.
Menurut Ngakan, teknologi CNC Router bisa digunakan oleh industri pembuatan beragam jenis geometri kerajinan dari bahan kayu dan alumunium, pembuatan pola pada industri pengecoran, serta pembuatan bentuk-bentuk dari perhiasan atau pajangan.
Sementara itu, pemanfaatan teknologi 3D Printer sebagai mesin rapid prototyping ini bisa membuat dummy geometri produk secara nyata dan langsung menunjukkan hasilnya pada pelanggan mereka.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, industri nasional saat ini membutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi, informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan di seluruh rantai nilai manufaktur guna mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk.