İqbal Musyaffa
12 Januari 2018•Update: 12 Januari 2018
İqbal Musyaffa
JAKARTA
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari subsektor perikanan pada tahun 2017 melampaui target yang dipatok sebesar Rp17,92 miliar dengan raihan mencapai Rp18,56 miliar.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto di Jakarta, Kamis, mengatakan sumber PNBP terbsesar berasal dari pelayanan uji laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan serta penjualan benih dan ikan hasil kegiatan fungsional.
“Neraca perdagangan perikanan budidaya juga surplus berdasarkan data BPS hingga September 2017,” ujar dia.
Pada periode tersebut ekspor produk perikanan budidaya Indonesia mencapai USD1,29 miliar atau naik 5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Slamet juga mengatakan nilai impor perikanan budidaya mencapai Rp17,06 juta atau turun 14 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Kemudian, Slamet memastikan investasi pada bidang perikanan budidaya periode Januari-September 2017 mencapai Rp936 miliar dengan kontribusi 21 persen dari total investasi sektor perikanan yang mencapai Rp4,4 triliun.
“Investasi pada bidang ini masih berpeluang untuk terus digenjot karena besarnya potensi nilai ekonomi yang ada,” jelas Slamet.
Selanjutnya, nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) pada bulan Desember berdasarkan data BPS sebesar 111,26 yang naik 10 persen dari periode yang sama tahun lalu.
“Kondisi ini mengindikasikan iklim usaha budidaya yang membaik, lebih efisien, dan memberikan nilai tambah yang lebih baik,” tambah dia.
Dengan begitu, Slamet mengatakan kapasitasi usaha di tingkat pembudidaya ikan terus meningkat.
Slamet selanjutnya menjelaskan bahwa hasil survei nasional menunjukkan rata-rata pendapatan pembudidaya ikan tahun 2017 sebesar Rp3,3 juta perbulan lebih besar dari tahun lalu dengan angka Rp3,021 juta per bulan.
“Angka ini jauh berada di atas standar garis kemiskinan yang ditetapkan BPS,” imbuh dia.
Slamet juga melansir data BPS yang menyebut pertumbuhan PDB nasional sektor perikanan tahun 2017 tumbuh 6,75 persen dan merupakan yang paling progresif serta berada di atas rata-rata pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,03 persen.
“Kinerja PDB perikanan ditopang oleh volume perikanan budidaya yang tumbuh rata-rata 5,11 persen sejak 2013 hingga 2017,” lanjut Slamet.
Hingga triwulan III produksi perikanan budidaya mencapai 16,16 juta ton. Produksi rumput laut menjadi yang terbesar dengan capaian 8,18 juta ton dan jenis-jenis ikan sebesar 7,42 juta ton. Sementara produksi udang mencapai 555.138 ton.