İqbal Musyaffa
07 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah memperkirakan neraca perdagangan pada bulan Juli yang akan diumumkan oleh BPS tanggal 15 Agustus nanti akan kembali defisit.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan dalam pertemuan eksportir di Jakarta, Selasa, mempertanyakan kinerja eksportir yang tidak stabil.
“Insya Allah ... pada Juli (neraca perdagangan) defisit lagi. Ini tentunya yang melatarbelakangi dikumpulkannya eksportir di Ditjen Bea Cukai. Bapak ibu (eksportir) kemana saja, apa masalahnya sehingga ekspornya kedodoran,” keluh Oke.
Kinerja perdagangan Indonesia sepanjang 2018 menurut BPS memang tidak mengesankan karena hanya dua kali mencatatkan surplus perdagangan yakni di bulan Maret sebesar USD1,1 miliar dan Juni sebesar USD1,7 miliar.
Sementara di bulan lainnya selalu mengalami defisit perdagangan sebesar USD765 juta di Januari, kemudian defisit USD52,9 juta di Februari.
Selanjutnya, defisit juga terjadi di bulan April sebesar USD1,6 miliar dan pada Mei dengan defisit mencapai USD1,5 miliar.