Hayati Nupus
07 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana menyebutkan Kabupaten Lombok Utara menjadi wilayah terparah akibat gempa bumi 7 skala Richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu malam.
“Wilayah itu dihantam gempa sangat keras, kondisi pemukiman hampir 60 persen hancur,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa, di Jakarta.
Sutopo mengatakan hingga saat ini belum semua pengungsi di Lombok Utara memperoleh bantuan. Sejumlah daerah terisolir, di antaranya di Kecamatan Bayan, Tanjung, dan Kayangan.
Lokasi para pengungsi, kata Sutopo, tersebar, bahkan berada di bukit-bukit yang sulit dijangkau.
Mereka, ujar Sutopo, membutuhkan makanan, terpal, selimut, air bersih, penerangan, obat-obatan dan tenaga medis.
“Jumlah logistik terbatas, logistik yang ada tidak mencukupi untuk kebutuhan seluruh pengungsi yang ada,” menurut Sutopo.
Jumlah relawan dan kendaraan yang ada untuk mendistribusikan logistik, kata Sutopo, juga masih terbatas.
Selain itu, ujar Sutopo, listrik di Lombok Utara masih padam, baru menyala 25 persen saja. Listrik juga masih padam di sebagian wilayah Lombok Timur.
Sutopo mengatakan listrik padam akibat kerusakan infrastruktur jaringan dan gardu karena gempa.
Sedang di Lombok Barat, kata Sutopo, terdapat tiga desa di Kecamatan Gunung Sari yagn belum tersentuh bantuan. Salah satunya di Desa Mekar Sari.
“Kondisi rumah mereka hancur 100 persen, tidak bisa ditempati,” ujar Sutopo.
Begitu pula, kata Sutopo, aktivitas perekonomian di wilayah terdampak gempa lumpuh total. Toko dan pasar masih tutup, sementara barang dagangan mereka berantakan akibat gempa.
Masyarakat hidup dengan mengandalkan bantuan yang diperoleh, ujar Sutopo.
“Oleh karena itu strateginya kita dirikan dapur umum di berbagai tempat, logistik kita peroleh berkat bantuan dari Jakarta, Surabaya atau Denpasar yang terus berdatangan,” kata Sutopo.
Masa tanggap darurat penanganan bencana berlaku hingga 11 Agustus 2018. Ini merupakan perpanjangan masa tanggap darurat penanganan bencana dari gempa sebelumnya.
Gempa tektonik berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, Minggu malam, pukul 18.46 WIB. Gempa susulan terus terjadi dengan intensitas semakin mengecil.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami dan mengakhirinya pada pukul 20.25 WIB.
BMKG juga menyebutkan jika ini merupakan gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya.
Lokasi gempa tak jauh dari pusat gempa sepekan sebelumnya yang berkekuatan 6,4 skala Richter dan mengguncang Bali, Lombok, hingga Sumbawa. Gempa pekan lalu itu menewaskan 17 orang, 365 terluka dan membuat ribuan orang mengungsi.