Muhammad Nazarudin Latief
01 September 2018•Update: 02 September 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia menawarkan agar pendiri raksasa ecommerce Alibaba membangun sebuah pusat pelatihan sumber daya manusia menghadapi era ekonomi digital.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan tawaran ini disampaikan saat Jack Ma bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri Kabinet Kerja di Istana Bogor, Sabtu.
“Itu tadi kami usulkan untuk membuat semacam Jack Ma institut di Indonesia. Untuk pengembangan sumber daya manusia talent-talent yang dibutuhkan dalam ekonomi digital,” ujar Menteri Rudi di Bogor, Sabtu.
Jack Ma datang ke Indonesia untuk menyaksikan penutupan Asian Games, Minggu malam. Dia adalah bagian dari delegasi China yang pada 2022 akan menjadi tuan rumah Asian Games, kota Hangzhou tempat Asian Games nanti digelar adalah tempat tinggal Jack Ma tinggal.
Menurut Menteri Rudi, tenaga ahli digital di Indonesia saat ini banyak dipasok dari Bangalor, India. Karena itu, pusat pendidikan yang nanti akan didirikan bukan saja memasok kebutuhan dalam negeri, namun menjadi pusat tenaga-tenaga ahli digital di tingkat regional.
Talent, kata Menteri Rudi adalah isu penting dalam dunia digital saat ini. Bahkan, saking cepatnya pertumbuhan ekonomi digital, pasokan sumber daya manusianya belum bisa mengejarnya.
Menurut Menteri Rudi, platform ekonomi digital yang mulai berkembang di Indonesia harus diisi dengan orang-orang yang mengerti bagaimana menjalankan perusahaan tersebut.
“Nah ini orang-orang Indonesia dan bukan orang asing yang di sini. Orang-orang Indonesia kita kembangkan kapasitasnya di sini,” ujar dia.
“Bagi Jack Ma bisnis itu bukan lagi nomor satu. Mereka sudah mencapai puncak, pasarnya begini-begini saja. Kita ingin memanfaatkan pemikiran Jack Ma, sebagai guru dan advicer steering committee road map ecommerce.”
Selain talent yang akan menjalankan ekonomi digital, pengembangan kapasitas juga penting untuk menyiapkan ekosistemnya, terutama pemerintah. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan nantinya bisa selaras dengan perkembangan industri ini.
Menurut Menteri Rudi, platform e-commerce bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan eksport nasional. Hal ini sudah dilakukan oleh Tiongkok dengan beragam platform e-commercenya.
Presiden Jokowi sendiri sangat senang dengan komitmen Alibaba untuk menginvestasikan jutaan dolar ke Indonesia. Presiden juga menghargai implementasi komitmen tersebut pada sektor e-commerce.
“Saya ingin mendengar dari Anda, update tentang komitmen Alibaba di Indonesia,” ujar Presiden.