Muhammad Nazarudin Latief
05 Desember 2017•Update: 05 Desember 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Kalangan pengusaha Indonesia meminta pemerintah meneruskan kebijakan-kebijakan yang mendorong tumbuhnya dunia usaha di Indonesia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani mengatakan pada Senin, pemerintah sudah banyak mendengarkan aspirasi dan tuntutan dari dunia usaha. Namun, setelah aspirasi tersebut menjadi kebijakan, implementasinya kadang tidak sesuai harapan.
“Misalnya kebijakan untuk menurunkan tarif listrik saat puncak pemakaian bagi dunia usaha, itu baik,” ujarnya saat mengumumkan rencana Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Batam, Kepulauan Riau 13-14 Desember mendatang.
Contoh lain, adalah formula kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tapi ternyata ada beberapa daerah yang menaikkan melebihi dari formula tersebut karena merasa upah harus naik lebih tinggi.
Akibatnya, para pengusaha harus melakukan perhitungan ulang terhadap seluruh biaya operasional perusahaannya, karena ada perbedaan upah.
Isu penting lain yang dibahas adalah tentang upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
Rosan melihat, ada ketidaksesuaian antara kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja. Kualitas SDM, menurunya belum sepenuhnya memadai untuk menopang industri.
Dari 120 juta tenaga kerja hanya 12-13 persen yang lulus perguruan tinggi atau pernah belajar di universitas.
Karena itu, Kadin ingin menjadikan pendidikan vokasi sebagai salah satu masalah penting yang dibicarakan dengan pemerintah.
“Masukan kita adalah pendidikan voikasi. Bagaimana pendidikan bisa berdampak besar dan bisa menjadi salah satu penunjang kualitas SDM,” ujarnya.\
Kadin sudah menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga-tenaga kerja di Indonesia dengan bekerjasama dengan Pemerintah Jerman, dan kalangan bisnis dari negara itu untuk menjadi pelatih ketrampilan. Pihaknya akan melatih 1.000 orang mentor yang nantinya akan menularkan ketrampilannya pada tenaga kerja lain.