Muhammad Latief
15 Oktober 2017•Update: 16 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Penetrasi kartu uang elektronik di seluruh jalan tol Indonesia sudah mencapai 80 persen sejak diberlakukan awal Oktober lalu, demikian diungkapkan Deputi Direktur Grup Pengembangan Sistem Pembayaran Ritel dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia (BI) Apep M Komarna, Minggu.
“Akhir Oktober target penetrasi 100 persen transaksi elektronik di jalan tol dapat tercapai,” ujarnya.
Kecepatan penetrasi ini, kata Apep mengindikasikan masyarakat menyambut positif penerapan elektronifikasi jalan tol.
Paralel dengan target penetrasi kartu uang elektronik, seluruh gerbang tol juga diharapkan sudah menggunakan transaksi elektronik secara penuh pada 31 Oktober mendatang.
Untuk mendukung program ini, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Perbankan pada Senin (16/10) hingga Selasa (31/10) akan memberikan 1,5 juta kartu perdana dengan harga khusus (Rp. 0) yang biasanya dijual dengan harga Rp 20 ribu.
Para pengguna jalan tol yang memperoleh kartu perdana ini cukup membayar senilai saldo Uang Elektronik.
“Kalau kartunya habis, program ini diakhiri. Jadi tidak mesti 31 Oktober.”
Para pengguna jalan tol yang belum mempunyai kartu uang elektronik dan masing-masing mobil hanya dapat membeli satu kartu yang tersedia di gerbang tol yang belum menerapkan 100% non tunai.
Kartu perdana ini dari lima bank penerbit uang elektronik, sesuai dengan ketersediaan kartu di gardu.
Kepala Sub Bidang Operasi dan Pemeliharaan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Hadi Suprayitno mengatakan semua pihak yang terlibat dalam elektronifikasi jalan tol secara aktif menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol. Kesiapan teknik ketersediaan kartu, perluasan fasilitas top up juga terus digenjot.
“Di sisi lain ada kampanye dan edukasi sehingga program dapat berjalan dengan baik.”