Muhammad Latief
15 Oktober 2017•Update: 16 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah berhasil menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, Minggu.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Harya Adityawarman mengungkapkan Paloh merupakan titik ke-26 yang berhasil menerapkan “BBM Satu Harga” dengan menghadirkan SPBU modular atau SPBU berukuran mini.
“BBM akan disalurkan langsung pada konsumen dengan harga pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers.
Program ini, kata Harya diharapkan bisa membantu pengembangan ekonomi daerah, khususnya khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Presiden Jokowi, ingin agar harga BBM yang sudah ditetapkan, dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia dengan harga yang sama.
Sebelumnya, jika warga ingin membeli BBM dengan harga normal, mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih dua jam menuju Kota Sambas terlebih dahulu.
Kini mereka bisa menikmati harga Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar.
Sebelumnya, mereka hanya bisa membeli dari pedagangan eceran dengan harga Rp7.500-9.000 per liter.
General Manager MOR VI PT Pertamina (Persero) Yanuar Budi Hartanto mengatakan, pihaknya sempat mengalami kesulitan mencari investor untuk mengembangkan SPBU di daerah yang jauh, sedangkan kendala utama adala infrastruktur.
"Saat ke sini mobil pertamina berkali-kali amblas dan tangki tak bisa menyeberang sungai," ujarnya.