İqbal Musyaffa
10 Agustus 2018•Update: 10 Agustus 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat, bahwa pengumuman calon presiden dan calon wakil presiden akan mempengaruhi sentimen pasar, khususnya terkait dengan prospek perekonomian Indonesia dalam lima tahun ke depan.
Sebagaimana diketahui, kedua pasang calon presiden sudah mendeklarasikan diri untuk maju berlaga dalam pilpres tahun 2019. Kedua pasang tersebut adalah petahanan Joko Widodo yang menggandeng Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.
“Menurut saya, pelaku pasar pada umumnya mengharapkan pemilu dapat berjalan dengan aman, damai serta stabilitas dan kesinambungan ekonomi dapat dipertahankan sehingga akan tetap mendukung baiknya iklim investasi,” ungkap Josua.
Lebih lanjut, dia mengatakan dengan terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, diharapkan akan mendukung solidnya koalisi Jokowi sehingga dapat meningkatkan peluang Jokowi untuk melanjutkan masa jabatannnya menjadi 2 periode.
“Hal tersebut mengindikasikan bahwa kebijakan perekonomian diperkirakan cenderung tidak mengalami perubahan yang signifikan,” lanjut dia.
Harapan pelaku pasar menurut dia adalah bagaimana keberlanjutan dunia usaha dan stabilitas pasar keuangan dapat dipertahankan mengingat persepsi investor global cenderung positif bagi pemerintahan saat ini.
Lebih lanjut lagi dia mengatakan, kedepannya capres dan cawapres yang menang dalam Pilpres mendatang diharapkan dapat membenahi isu-isu struktural dalam perekonomian sehingga visi ekonomi Indonesia pada 2045 untuk keluar dari middle income trap dapat tercapai.
“Kondisi pasar keuangan termasuk nilai tukar diperkirakan akan bergerak stabil jelang pendaftaran resmi capres dan cawapres di KPU,” jelas Josua.