Iqbal Musyaffa
08 Juli 2020•Update: 08 Juli 2020
JAKARTA
Penjualan eceran pada bulan Mei masih menunjukkan penurunan, mengutip hasil survei Bank Indonesia yang diumumkan pada Rabu.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan penurunan penjualan eceran terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang turun sebesar 20,6 persen secara tahunan pada Mei 2020 dengan indeks sebesar 198,3, sementara pada Mei tahun lalu sebesar 249,8.
“Penurunan secara tahunan pada Mei lebih dalam dibandingkan dengan April yang mengalami penurunan sebesar 16,9 persen secara tahunan,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Rabu.
Dia mengatakan penurunan penjualan bersumber dari kontraksi penjualan di seluruh kelompok komoditas yang dipantau dengan penurunan terdalam terjadi pada subkelompok sandang serta kelompok barang budaya dan rekreasi.
Onny mengatakan berdasarkan survei tersebut, kinerja penjualan eceran diperkirakan sedikit membaik pada Juni 2020 meskipun masih dalam fase kontraksi.
Hal ini tercermin dari perkiraan pertumbuhan IPR yang terkontraksi 14,4 persen secara tahunan pada Juni 2020, tidak sedalam kontraksi penjualan pada bulan sebelumnya.
“Perbaikan kinerja penjualan eceran terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta bahan bakar kendaraan bermotor,” lanjut Onny.
Sementara itu, dari sisi harga terlihat bahwa tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang atau pada Agustus dan November 2020 diperkirakan akan menurun.
Menurunnya tekanan harga tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November 2020) masing-masing sebesar 138,6 dan 142,5, lebih rendah dibandingkan dengan 162,4 dan 146,4 pada Juli dan Oktober 2020.
“Hal tersebut disebabkan responden cenderung masih menjaga harga jual untuk mempertahankan level permintaan,” pungkas dia.