Muhammad Nazarudin Latief
20 Maret 2020•Update: 24 Maret 2020
JAKARTA
PT Pertamina dan Bukit Asam bekerjasama mengolah batu bara menjadi komoditas energi alternatif gasoline A20, yang merupakan ekuivalen dari diesel B-20.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan selama ini batu bara hanya menjadi komoditas mentah yang diekspor ke luar negeri.
“Batu bara yang selama ini merupakan komoditas mentah bisa diolah menjadi produk methanol. Jadi dari orientasinya proyek menjadi produk," kata Menteri Erick dalam keterangan pers Jumat.
“Indonesia ingin menjadi produsen produk energi alternatif untuk konsumsi dalam negeri hingga ekspor.”
Pertamina dan Bukti Asam saat ini sedang melakukan finalisasi harga penjualan dan pembelian batu bara.
Kerja sama ini sudah melalui sejumlah kajian yang komprehensif dari sejumlah pakar dan ahli energi. Perjanjian ini akan mulai berlaku selama dua tahun ke depan.
"Kita harapkan dengan sinergi dan inovasi pengelolaan energi ini, ketahanan dalam hal energi kita semakin baik. Kita bisa mandiri dalam pengelolaan sumber daya.
Sumber daya yang kita miliki bukan sekadar proyek melainkan produk yang mesti kita manfaatkan sekaligus jaga bersama," kata Erick.
Hingga September tahun lalu, produksi Bukit Asam mencapai 21,6 juta ton.