Muhammad Latief
08 September 2017•Update: 10 September 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
PT Pertamina (Persero) meminta kalangan industri galangan dan perawatan kapal nasional meningkatkan standar keselamatan kapal-kapal pengangkut minyak yang digunakannya.
Hal ini diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, menyikapi musibah kebakaran Kapal Gamkonora di Batam yang menyebabkan lima orang tewas.
“Kami mengharapkan review lebih lanjut terhadap aspek keselamatan terkait dengan industri kapal nasional baik dari galangan pembangunan dan docking atau perawatan,"ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Anadolu Agency, Jumat.
PT Pertamina, kata Adiatman, kini mengoperasikan lebih dari 270 unit kapal untuk pengangkutan minyak mentah dan produk minyak di seluruh wilayah Indonesia. Kapal-kapal ini mengangkut bahan yang mudah terbakar, baik minyak mentah, BBM, maupun LPG.
Karena itu, pihaknya merasa perlu didukung oleh industri galangan dan docking kapal nasional yang mumpuni. “Aspek keselamatan harus benar-benar diperhatikan.
Menurutnya, kejadian pada Kapal Gamkonora yang mengalami musibah selama masa docking oleh PT ASL, harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan.
Musibah, menurut Adiatma, apalagi membawa akibat yang parah termasuk korban jiwa fatalities, harus menjadi momentum bagi industri galangan dan docking secara keseluruhan untuk dapat mereview kembali standard keselamatan kerja.
Meski demikian, Pertamina tetap berkomitmen melibatkan sebanyak mungkin peran industri galangan dan docking kapal nasional dalam aktivitas pengangkutan minyak.
Hanya saja, standar dalam aspek keselamatan harus lebih diperhatikan, karena kapal-kapal yang digunakan Pertamina merupakan kapal berisiko tinggi. “Kapal mengangkut material yang mudah terbakar sehingga menuntut tingkat keamanan yang lebih tinggi lagi.”