Iqbal Musyaffa
14 September 2020•Update: 16 September 2020
JAKARTA
Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) III memastikan distribusi BBM dan LPG tetap aman termasuk kesiapan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dan seluruh mata rantai LPG dalam menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang dimulai hari ini.
Unit Manager Communication Relations and CSR MOR III Eko Kristiawan mengatakan sebagian besar SPBU tetap beroperasi 24 jam untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Eko mengatakan Pertamina termasuk dalam 11 sektor bisnis yang tetap beroperasi saat PSBB kembali diterapkan di Jakarta.
“Operasional Pertamina baik pada usaha hulu maupun hilir tetap berjalan. Kami memastikan distribusi tetap berjalan normal dan stok BBM, LPG dan produk Pertamina lainnya dalam kondisi aman,” jelas dia dalam keterangan resmi, Senin.
Eko menjelaskan MOR III merupakan unit bisnis hilir yang menjalankan pemasaran BBM dan LPG Pertamina di wilayah Jawa bagian Barat, yakni Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
Pada wilayah ini Pertamina memiliki lebih dari 1.500 SPBU yang tersebar, serta 38 Pertashop di pelosok kecamatan dan agen serta pangkalan LPG.
Eko menambahkan Pertamina telah menjalankan sejumlah protokol pencegahan Covid-19 di SPBU, baik untuk konsumen kendaraan roda dua dan roda empat.
“Konsumen yang datang ke SPBU maupun Bright Store diharapkan mematuhi protokol Covid-19 dengan menggunakan masker dan mencuci tangan di fasilitas yang telah disediakan setelah melakukan transaksi,” tambah dia.
Pertamina juga menyediakan sarana pembayaran elektronik untuk konsumen yang akan bertransaksi secara nontunai (cashless).
Kemudian, Eko memastikan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) baik LPG subsidi 3 Kg maupun nonsubsidi untuk sektor rumah tangga seperti LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg serta Bright Can siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat yang bukan kategori konsumen LPG subsidi dapat menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas yang telah tersedia di agen dan pangkalan resmi Pertamina, maupun outlet atau minimarket,” imbuh Eko.