Muhammad Nazarudin Latief
20 Februari 2020•Update: 21 Februari 2020
JAKARTA
PT PLN dan PT Pupuk Indonesia, dua perusahaan milik negara menandatangani komitmen pembelian gas bumi dan Liquefied Natural Gas (LNG) dari Lapangan Abadi Masela.
Pupuk Indonesia akan membeli sebanyak 150 MMSCFD selama 20 tahun, sementara PLN akan mendapat jatah sebanyak 2-3 juta ton produksi blok tersebut, ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dalam siaran pers, Kamis.
Kedua perusahaan menandatangani komitmen pembelian dengan Inpex Corporation, pengelola blok Masela.
PLN membeli gas dari blok tersebut untuk mendukung kebijakan konversi bahan bakar pembangkit listrik dari BBM ke gas. Sedangkan Pupuk Indonesia menggunakan gas Masela untuk menutup kekurangan bahan baku.
Menteri Arifin berharap MoU ini dapat mendorong kepastian pengembangan Proyek Abadi Masela dan Engineering Procurement Construction (EPC) dapat dimulai pada 2022.
Pemerintah menurut Menteri Arifin juga berencana meningkatkan jaringan energi melalui pengembangan pipa gas dan infrastruktur listrik di seluruh negeri.
Menurut dia, penyerapan gas oleh kedua BUMN itu menunjukkan komitmen pemerintah dan industri hulu migas untuk memprioritaskan permintaan gas dari dalam negeri sebagai upaya bersama untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya memilih gas dari Blok Masela karena beberapa pertimbangan seperti jumlah kebutuhan riil PLN dan harga gas yang ekonomis pada plant gate diharapkan memberikan kontribusi dalam menurunkan biaya pokok pembangkitan (BPP).
"Biaya yang mempengaruhi BPP tertinggi adalah bahan bakar, ini yang akan kita turunkan,” ujar dia.
"Harga gas (LNG) yang lebih murah dibandingkan BBM memungkinkan PLN meningkatkan efisiensi."
PLN akan melakukan konversi ke gas pada 2.246 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 23 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan 46 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).
PLN juga sudah melakukan inventarisasi pembangkit listrik diesel yang beroperasi lebih dari 15 tahun.
Terdapat potensi lebih dari 2.200 unit PLTD dengan total kapasitas sekitar 1,78 Gigawatt (GW) di 29 provinsi untuk diganti dengan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT).
PLN juga menginventarisir PLTU dan PLTGU yang telah beroperasi di atas 20 tahun untuk ditinjau ulang kemungkinan dikonversi dengan pembangkit EBT.
PLTU yang telah berusia lebih dari 20 tahun tercatat sebanyak 23 unit pada tujuh provinsi dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.655 MW.
Sedangkan untuk PLTGU, tercatat sebanyak 46 unit dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.912,17 MW tersebar di lima provinsi.
Pakai harga pasar
Lapangan Abadi Masela ditargetkan onstream pada Kuartal II 2027 dengan kumulatif produksi selama kontrak sebesar 16,38 TSCF (gross).
Adapun penjualan gasnya sebesar 12,95 TSCF dengan kapasitas produksi Kilang LNG 9,5 MTPA dan 150 MMSCFD untuk gas pipa, serta produksi kumulatif kondensat sebesar 255,28 MMSTB.
Soal harga jual gas ini, Menteri Arifin mengatakan akan mengikuti formula harga gas yang berlaku dan harga pasar, sehingga tercapai harga yang ekonomis dan menguntungkan kedua belah pihak.