Muhammad Nazarudin Latief
09 Oktober 2018•Update: 10 Oktober 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Produk serat poliester bertekstur/polyester textured Yarn(PTY) asal Indonesia lolos dari penyidikan anti-dumping pemerintah Argentina, ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, Selasa.
Menurut Oke, otoritas penyelidikan National Commission for Foreign Trade, Secretariat of Commerce Ministry of Production Argentina memutuskan menghentikan penyidikan antidumping untuk produk PTY dari Indonesia dan India.
“Otoritas Argentina tidak menemukan bukti dumping dari eksportir yang melebihi batas minimum serta tidak ada kerugian dari pemohon dan hubungan kausalitas di antara keduanya,” ujar Oke dalam siaran persnya.
Selain itu, ada penarikan pengajuan penyelidikan dari Manufacture of Synthetic Fibers S.A. sebagai pihak yang mengajukan petisi dumping. Ini perusahaan produsen terbesar serat poliester bertekstur di Argentina.
Perusahaan ini menarik permohonan karena terbakarnya fasilitas penting untuk produksi sehingga persyaratan hukum yang menjadi syarat penyelidikan tidak dapat dipenuhi.
Direktur Pengamanan Perdagangan, Pradnyawati menyampaikan bahwa penyelidikan anti-dumping produk serat poliester bertekstur dimulai sejak 12 September 2017.
Volume ekspor serat poliester bertekstur Indonesia ke Argentina secara umum mengalami fluktuasi dengan tren 2013-2017 menurun sebesar 3,54 persen.
Dalam lima tahun terakhir ekspor terbesar tercatat pada 2015-2016 yaitu senilai USD8,10 juta.
Namun, pada 2017 terjadi penurunan sehingga nilai ekspor menjadi USD5,2 juta. Pada 2018, ekspor komoditas tersebut ke Argentina kembali cerah.
Pada periode Januari-Juli 2018, ekspornya mencapai USD3,30 juta, atau meningkat sebesar 36,27 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD2,40 juta. Dengan nilai tersebut, Indonesia memiliki pangsa pasar sebesar 25-26 persen dari total impor serat poliester bertekstur Argentina.
“Terbukanya kembali akses pasar Argentina harus dilihat sebagai peluang untuk semakin meningkatkan ekspor serat poliester bertekstur. Terutama karena Indonesia merupakan salah satu pemain penting di Argentina,” ujar Pradnyawati.