İqbal Musyaffa
15 November 2019•Update: 16 November 2019
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan pada tahun 2020 diproyeksikan ada 158 juta orang muslim yang berwisata secara global sehingga memberikan potensi besar bagi pengembangan industri pariwisata halal.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan pada 2018 tercatat ada 140 juta turis muslim dengan total belanja secara online mencapai USD35 miliar.
“Ini berarti ada segmen pasar yang harus dikerjakan, terlebih lagi Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia,” ujar Dody dalam acara Indonesia Halal Tourism Summit di Jakarta, Jumat.
Dody mengatakan perkembangan industri halal di Indonesia sangat pesat sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia.
“Menurut Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI) 2019 pariwisata halal Indonesia telah memenangkan tempat pertama dan merupakan pencapaian yang luar biasa,” imbuh Dody.
Dia mengatakan Indonesia juga telah menetapkan bahwa industri pariwisata halal telah ditetapkan sebagai sektor utama dan pendorong utama dalam pengembangan industri halal.
Menurut dia, konsumen seluruh dunia baik muslim ataupun non-muslim semakin mencari pilihan secara etis dan berkelanjutan dengan tujuan menjaga masa depan umat manusia dan planet.
Dody mengatakan ketika industri halal terus mengglobal karena meningkatnya permintaan internasional, maka harus memanfaatkan mekanisme pendanaan yang bertanggung jawab secara sosial dan berusaha menghasilkan barang dan jasa yang halal dan thoyyib.
“Jelas bahwa produk atau layanan halal tidak hanya terbatas pada dunia muslim,” kata dia.
Dody mengatakan bahwa industri halal merupakan fenomena global yang seharusnya tidak lagi hanya dikaitkan dengan agama.
Dia menyontohkan bahwa label halal telah menjadi symbol kualitas yang baik dan berfungsi sebagai pengidentifikasi bagi konsumen muslim dan non-muslim untuk membuat keputusan yang lebih tepat.
“Begitupun dengan pariwisata halal sebagai bagian industri halal mengacu pada kegiatan yang sesuai prinsip-prinsip Islam dengan melibatkan lebih banyak muslim dalam industri pariwisata,” tambah Dody.
Akan tetapi, Dody mengatakan masih ada beberapa pihak yang menghubungkan pariwisata halal hanya dengan makanan halal dan minuman non-alkohol.
“Namun, pada kenyataannya pariwisata halal meliputi kegiatan halal, hotel halal, serta diadakan di situs yang dilengkapi dengan fasilitas umat Islam untuk beribadah,” jelas dia.