Iqbal Musyaffa
29 November 2017•Update: 30 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Rencana pemerintah kota Medan membangun sarana transportasi LRT (Light Rail Transit) dan BRT (Bus Rapid Transit) menarik minat banyak investor dari dalam dan luar negeri.
Pembangunan LRT dan BRT di Medan menurut Walikota Medan Dzulmi Eldin sangat mendesak karena kondisi lalu lintas dan kemacetan di kota tersebut sudah tidak terkendali. Dengan adanya LRT dan BRT ia berharap dapat mempermudah perencanaan dan penataan lalu lintas kota.
Dzulmi mengungkapkan hingga kini setidaknya sudah ada sepuluh investor dari Korea Selatan, Jepang, Singapura, Tiongkok, serta investor lokal yang tertarik untuk berinvestasi.
“Kita akan sampaikan hal ini kepada kementerian keuangan serta Bappenas terkait kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk proyek ini,” ungkap dia, Rabu.
Dzulmi mengatakan saat ini pihaknya baru merencanakan pembangunan LRT dan BRT untuk tiga koridor saja. Namun, sudah ada investor asal Tiongkok yang menawarkan pembangunan koridor tambahan.
Berdasarkan hasil feasibility study, nilai proyek sementara untuk pembangunan LRT dan BRT menurut dia sebesar Rp6 triliun yang akan mulai dibangun pada awal 2019 untuk kemudian ditargetkan beroperasi dua tahun setelahnya.
“Nilai itu masih sementara karena kita menunggu saat tender dan lelang baru akan terlihat nilai yang sebenarnya dibutuhkan,” ujar Dzulmi.
Bagi pihak swasta yang nantinya akan menjadi investor pembangunan LRT dan BRT Dzulmi mengatakan akan mendapatkan hak konsesi pengelolaan dua moda transportasi massal tersebut.