Iqbal Musyaffa
14 Januari 2020•Update: 15 Januari 2020
JAKARTA
Kementerian Keuangan mengatakan terus memantau dinamika pergerakan nilai tukar Rupiah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan akan terus menghitung dampak pergerakan nilai tukar terhadap APBN 2020 berdasarkan perkembangan perekonomian dalam negeri dan global.
Sri Mulyani memperkirakan dana asing masuk atau capital inflow masih akan terjadi, membanjiri pasar keuangan Indonesia.
“Dengan harapan adanya perjanjian AS dengan China, kemudian suku bunga yang rendah secara global, menyebabkan adanya capital inflow,” jelas Menteri Sri Mulyani, di Jakarta, Selasa.
Akan tetapi, dia mengatakan pada sisi lain juga masih mewaspadai adanya defisit transaksi berjalan yang dampaknya akan dilihat selama satu tahun ini terhadap APBN 2020.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan bank sentral melihat nilai tukar rupiah saat ini sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar yang berjalan baik.
“Artinya, sepanjang masih sesuai fundamental, kita tidak akan mengintervensi karena (penguatan) ini pun didukung oleh kondisi makro kita yang cukup positif,” ujar Dody.
Dody menambahkan kondisi eksternal juga berpengaruh terhadap penguatan rupiah yang ditambah juga dengan menguatnya cadangan devisa sehingga membuat bank sentral cukup yakin dengan perkembangan rupiah.
“Selama sesuai fundamental, kita tetap membiarkan rupiah menguat,” tambah dia.
Pada penutupan perdagangan sore hari ini, Selasa, nilai tukar Rupiah berada pada posisi Rp13.680 per dolar AS.