Muhammad Nazarudin Latief
05 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia dan Mozambik mencapai kesepakatan draft Preferential Trade Agreement (PTA) awal bulan ini. Jika proses perundingan ini lancar, maka ini adalah perjanjian perdagangan bebas Indonesia yang pertama dengan negara Afrika.
Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini mengatakan dalam waktu dekat sebagian besar tarif dan hambatan perdagangan kedua negara akan segera dihapus.
“Pihak Mozambik sangat terbuka atas draf teks usulan Indonesia sehingga perundingan berjalan dengan lancar,” ujar Made di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa.
Menurut Made, kedua negara berkomitmen menyelesaikan perundingan pada akhir tahun ini sehingga dapat segera dimanfaatkan pelaku usaha. Perundingan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan bersama kedua Menteri Perdagangan yang telah dilaksanakan disela-sela Indonesia-Africa Forum (IAF) pada bulan April 2018 di Bali.
Menurut Made, perdagangan ke Afrika merupakan salah satu strategi meningkatkan akses pasar ke wilayah nontradisional dalam rangka mendorong ekspor nasional.
Mozambik memiliki potensi pasar yang besar karena dapat dijadikan hub masuknya produk Indonesia ke kawasan Afrika, khususnya kawasan Afrika bagian Selatan. Di Mozambik masih banyak potensi produk yang belum tergali dengan maksimal.
Selain itu, Mozambik merupakan negara penghasil bahan baku yang dibutuhkan oleh industri di Indonesia.
Total perdagangan Indonesia-Mozambik selama lima tahun terakhir (2013-2017) menunjukkan tren menurun sebesar 23,75% meskipun pada periode tersebut neraca perdagangan Indonesia selalu surplus.
Pada 2017, total perdagangan kedua negara mencapai USD 82,2 juta, naik 84,62 persen dibandingkan 2016 yang hanya mencapai USD 44,5 juta.
Ekspor Indonesia ke Mozambik pada 2017 tercatat sebesar USD54,1 juta dan impor dari Mozambik sebesar USD 28,1 juta. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus USD 26 juta.
Produk potensial yang dapat diekspor ke Mozambik antara lain adalah sabun, minyak kelapa sawit, semen, margarin, dan kertas. Sedangkan Indonesia mengimpor kacang-kacangan, ferro-aloys, tembakau yang belum dipabrikasi dan kapas dari Mozambik.