Övünç Kutlu
22 September 2022•Update: 23 September 2022
ANKARA
The Federal Reserve Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan kenaikan suku bunga 75 bps pada Rabu untuk ketiga kalinya berturut-turut untuk melawan inflasi yang tinggi.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dengan suara bulat memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal ke kisaran 3,00% - 3,25%.
Keputusan itu diambil setelah bank sentral melakukan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pada 15 Juni, terbesar dalam 28 tahun terakhir, dan diikuti dengan kenaikan lain sebesar 75 basis poin pada 27 Juli.
The Fed sejauh ini telah menaikkan suku bunga total 300 basis poin, atau 3 persen, sejak Maret.
"Indikator terbaru menunjukkan pertumbuhan moderat dalam pengeluaran dan produksi," kata The Fed dalam pernyataan keputusan kebijakan moneternya.
"Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga pangan dan energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas."
FOMC mengatakan mereka berusaha untuk mencapai inflasi sebesar 2 persen dalam jangka panjang, dan "sangat memperhatikan risiko inflasi."
Kenaikan suku bunga The Fed yang agresif terjadi di tengah kenaikan harga konsumen dan produsen yang berada di sekitar level tertinggi dalam 40 tahun.
Inflasi konsumen menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 8,3 persen pada Agustus, di atas perkiraan pasar 8,1 persen, sementara mencapai puncaknya pada 9,1 persen pada bulan Juni.