İqbal Musyaffa
25 April 2018•Update: 25 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong pada saat forum investasi Hongkong-Shanghai di Jakarta, Rabu, mengatakan Tiongkok siap menginvestasikan USD51,93 juta untuk pengembangan berbagai proyek infrastruktur di empat provinsi.
Provinsi tersebut antara lain Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Bali. “Kita manfaatkan momentum kuat investasi asal Tiongkok dan juga Hongkong dalam kerangka One Belt One Road,” jelas Lembong.
Dia menjelaskan, proyek infrastruktur yang ditawarkan dan diminati Tiongkok di Sumatera Utara antara lain kawasan industri dan pelabuhan internasional Kuala Tanjung, kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, dan kawasan bandara Kuala Namu.
Kemudian, untuk investasi di Kalimantan Utara, menurut Lembong, Tiongkok meminati pengembangan listrik tenaga air yang berasal dari aliran sungai.
“Satu proyek lainnya adalah pengembangan kawasan industri Tanah Kuning,” ujar dia.
Selanjutnya, untuk provinsi Sulawesi Utara, Lembong mengatakan Tiongkok tertarik untuk berinvestasi pada proyek bandara internasional Lembeh, kawasan pariwisata Likupang, dan kawasan industri Bitung.
Untuk Bali, Lembong mengatakan Tiongkok akan berinvestasi pada pengembangan jalan tol Bali Mandara dan tech park pulau Kura-Kura.
Selain dengan Tiongkok, pemerintah juga terus menjalin kerja sama investasi dengan Hongkong yang dapat berperan untuk menjadi perantara investasi Tiongkok ke Indonesia.
“Hongkong merupakan negara pusat jasa profesional seperti pendanaan, administrasi, akuntansi, desain, dan engineering yang kita butuhkan untuk menjalankan proyek infrastruktur,” ungkap Lembong.
Investasi asing asal Tiongkok dan Hongkong menurut dia juga terus berkembang. Pada tahun 2017, total investasi Tiongkok ke Indonesia tercatat sebesar USD3,36 miliar dengan porsi 10 persen dan menjadi investor terbesar ketiga di Indonesia.
Kemudian, Hongkong juga menjadi negara investor terbesar keempat di Indonesia dengan nilai USD2,11 miliar atau 7 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia tahun 2017.
Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Pengembangan Ekonomi Hongkong Edward Yau mengatakan Indonesia merupakan mitra dagang dan ekonomi yang sangat besar dan juga negara tujuan ekspor Hongkong.
Kemitraan dengan Indonesia akan semakin besar seiring dengan penandatanganan Free Trade Agreement Hongkong dan ASEAN.
Berdasarkan data Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Indonesia adalah pasar ekspor terbesar ke-22 bagi Hong Kong, dengan totaI niIai ekspor mencapai USD2,9 miIiar, naik 7,2 persen year-on-year pada tahun 2017.
Komoditas ekspor utama Hongkong antara Iain peralatan dan suku cadang telekomunikasi dengan porsi 35,7 persen, kain berbahan rajutan dengan porsi 5,9 persen, dan komputer sebesar 4,5 persen.
Di periode yang sama, impor Hong Kong dari Indonesia tumbuh 8,8 persen menjadi USD2,5 miIiar. Komoditas impor utama termasuk batu bara non agIomerasi dengan komposisi sebanyak 23,4 persen, perhiasan sebesar 14,5 persen, dan makanan oIahan dengan porsi 9,1 persen.