Pizaro Gozali İdrus
13 September 2018•Update: 13 September 2018
Pizaro Gozali
BALI
Turki memberikan porsi energi baru terbarukan sebanyak 47 persen untuk mewujudkan kehidupan ramah lingkungan.
Wakil Ketua Majelis Agung Nasional atau DPR Turki Mustafa Sentop mengatakan Turki mengoptimalisasi energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Sentop mengatakan sebanyak 45 persen Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sudah diinstalasi tahun 2017.
“Kami melakukannya karena ada peningkatan suhu dunia dan ini berkaitan dengan energi tendah karbon,” kata Sentop dalam Forum Parlemen Dunia untuk Energi Berkelanjutan di Bali pada Kamis.
Sentop untuk mengembangkan energi terbarukan ini, Turki telah melakukan konsorsium dengan Jerman.
Turki juga kini tengah mengincar sumber energi terbarukan pada geothermal atau panas bumi.
Guna mencapai SDGs, lanjut Sentop, Turki juga gencar mewujudkan gedung-gedung ramah lingkungan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.
Sentop menyatakan pemerintah meningkatkan kesadaran pemilik gedung soal pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Gedung-gedung harus memiliki sertifikat ramah lingkungan dari pemerintah,” ujar Sentop.
Sentop menegaskan parlemen dunia harus memberikan perhatian besar terhadap perubahan iklim dan pemanasan global.
“Ini penting untuk menjadi agenda dunia,” jelas dia.