Ekip
23 Juli 2022•Update: 25 Juli 2022
ANKARA
Turki melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan krisis pengiriman produk biji-bijian akibat perang Rusia-Ukraina, kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Jumat.
"Kami melakukan yang terbaik untuk mengakhiri krisis gandum. Mudah-mudahan, kami akan mengakhirinya dengan kesepakatan ini. Dialog antar negara itu penting," kata Akar dalam wawancara dengan penyiar CNN Turk.
Pernyataan Akar itu muncul setelah kesepakatan bersejarah yang ditandatangani oleh Turki, PBB, Rusia dan Ukraina tentang pengiriman gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Jumat menandatangani kesepakatan di Istanbul untuk melanjutkan ekspor biji-bijian Laut Hitam Ukraina. Mereka bergabung dengan perwakilan dari Rusia dan Ukraina.
Akar mengatakan tujuan dari kesepakatan itu adalah untuk memfasilitasi navigasi yang aman untuk ekspor biji-bijian dan makanan lainnya dari pelabuhan Ukraina di Odesa, Chernomorsk dan Yuzhny.
Dia menambahkan bahwa pusat koordinasi bersama akan dibentuk di Istanbul untuk tujuan ini.
Kesepakatan itu terjadi setelah kesepakatan umum dicapai antara para pemangku kepentingan dalam rencana yang dipimpin PBB selama pembicaraan di Istanbul pada 13 Juli untuk membentuk pusat koordinasi untuk melakukan inspeksi bersama di pintu masuk dan keluar pelabuhan, dan memastikan keamanan rute pelabuhan.
Dipuji secara internasional atas peran mediatornya, Turki telah berkoordinasi dengan Moskow dan Kyiv untuk membuka koridor dari Odesa untuk melanjutkan pengiriman biji-bijian global yang terhenti akibat perang Rusia-Ukraina, yang sekarang memasuki bulan kelima.