25 Oktober 2017•Update: 25 Oktober 2017
Goksel Yildirim
ANKARA
Pemerintah Turki berupaya menambah lapangan kerja bagi 3,2 juta jiwa warganya dalam tiga tahun ke depan, kata Menteri Keuangan Turki, Selasa.
"Hasil paling signifikan dari target pertumbuhan kami akan tampak dalam lapangan pekerjaan. Karena itu, kami akan menambah lapangan kerja bagi 3,2 juta jiwa dalam tiga tahun ke depan. Untuk itu kami akan meningkatkan jumlah angkatan kerja jadi 31,4 juta jiwa," jelas Naci Agbal saat memaparkan anggaran ke Komisi Perencanaan dan Anggaran Parlemen.
Berdasarkan Program Jangka Menengah Turki, target tingkat pengangguran tahunan pada akhir tahun 2017 adalah 10,8 persen, 10,5 persen pada 2018, 9,9 persen pada 2019, dan 9,6 persen di tahun selanjutnya.
Menurut TurkStat, tingkat pengangguran di Turki pada Juli adalah 10,7 persen, atau sebanyak 28,7 juta jiwa.
Agbal mengatakan, pemerintah telah berhasil meningkatkan kesempatan kerja berkat kinerja pertumbuhan yang kuat dan kebijakan angkatan kerja yang aktif dan insentif.
Pemerintah telah menyediakan lapangan kerja bagi 1,1 juta jiwa sepanjang tahun lalu, dan 7,9 juta jiwa sejak 2007.
Ia menambahkan bahwa Turki menjadi negara teratas di antara anggota-anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam hal ketersediaan lapangan kerja dengan kenaikan rata-rata 3,4 persen per tahunnya sepanjang 2007-2017.
TurkStat menyebutkan, jumlah angkatan kerja di Turki naik dari 24,8 juta pada 2012 ke 27,2 juta pada 2016.