İqbal Musyaffa
15 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengumumkan posisi utang luar negeri (ULN) pada Januari mencapai USD383,3 miliar yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD190,2 miliar dan utang swasta termasuk BUMN sebesar USD193,1 miliar.
Posisi ULN tersebut meningkat USD5,5 miliar dibandingkan dengan posisi pada akhir periode sebelumnya karena neto transaksi penarikan ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam rupiah yang dimiliki oleh investor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan secara tahunan ULN Indonesia pada Januari 2019 tumbuh 7,2 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan periode sebelumnya.
Pertumbuhan ULN yang relatif stabil tersebut sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan pertumbuhan ULN swasta.
“Utang luar negeri Indonesia pada akhir Januari 2019 tetap terkendali dengan struktur yang sehat,” ujar pernyataan BI pada Jumat.
Dalam laporan tersebut juga disampaikan bahwa ULN pemerintah sedikit meningkat pada Januari 2019. Posisi ULN pemerintah pada Januari 2019 sebesar USD187,2 miliar atau tumbuh 3,7 persen (yoy).
“Pertumbuhan ULN pemerintah meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,1 persen (yoy),” jelas laporan tersebut.
Pertumbuhan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh arus masuk dana investor asing di pasar SBN domestik selama Januari 2019, yang menunjukkan peningkatan kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
“Kenaikan posisi ULN pemerintah memberikan kesempatan lebih besar bagi pemerintah dalam pembiayaan belanja negara dan investasi pemerintah,” tambah laporan tersebut.
Sektor-sektor prioritas yang dibiayai melalui ULN pemerintah antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.
Sementara itu, ULN swasta mengalami perlambatan pada Januari 2019. Posisi ULN swasta meningkat USD1,5 miliar, atau tumbuh 10,8 persen (yoy). Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5 persen (yoy).
“Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat,” jelas laporan BI.
Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 74,1 persen.
“Struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Januari 2019 yang tetap stabil di kisaran 36 persen,” tegas BI.
Laporan BI menyebutkan rasio tersebut masih berada di kisaran rata-rata negara peers.
Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,2 persen dari total ULN.
Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.