20 September 2017•Update: 21 September 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Pejabat-pejabat ASEAN gagal mencapai suara bulat mengenai nasib warga Muslim Rohingya pada Selasa setelah Myanmar mencegah resolusi yang diajukan Indonesia.
"Indonesia mengkhawatirkan krisis kemanusiaan disana dan mendorong semua pihak yang terkait untuk menghormati hukum, menahan diri secara maksimal dan menghentikan kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada akhir Sidang Umum Parlemen Se-Asia Tenggara atau ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) ke -38 di Manila. Pernyataan itu ditandatangani utusan 10 negara ASEAN, seperti dikutip dari portal berita Rappler.
"Berdasarkan solidaritas dan persatuan ASEAN, Indonesia mendukung upaya pemerintah dan parlemen Myanmar untuk memulihkan kedamaian dan stabilitas serta menyediakan perlindungan dan bantuan bagi semua yang membutuhkannya tanpa memandang etnis, ras, agama dan kepercayaan. Selain itu, Indonesia mendorong Myanmar menerapkan rekomendasi dari Komisi Penasihat PBB mengenai Rakhine serta membuka akses bagi bantuan kemanusiaan dan mematuhi hukum kemanusiaan dunia dalam menangani krisis pengungsi," lanjut pernyataan tersebut.
Namun isu Rohingya itu tidak dibahas karena Myanmar menolak proposal tersebut, kata Wakil Ketua Dewan Komunikasi AIPA Ferdinand Hernandez dalam konferensi pers.
"Terdapat resolusi mengenai isu kemanusiaan di Rakhine yang diajukan oleh Indonesia. Namun berdasarkan peraturan AIPA, semua keputusan harus berdasarkan konsensus dan terjadi penolakan dari pihak Myanmar," kata Hernandez.
Hernandez juga mengatakan tidak ada pembicaraan masalah politik antara negara-negara anggota ASEAN.
Myanmar dikabarkan memberitahu sebelumnya bahwa isu Rohingya akan diangkat oleh State Counsellor Aung San Suu Kyi melalui pidato kenegaraan.
Laporan itu mengatakan Myanmar berjanji menerima kembali 410.000 pengungsi Muslim.
Pejabat Filipina Dakila Cua mengatakan semua negara anggota ASEAN khawatir dengan isu ini, namun tidak bisa mencapai solusi karena adanya tentangan dari Myanmar.