Ekip
06 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
JAKARTA
Satu dari dua orang penumpang mobil yang tertimbun ambrolan tembok underpass di Jalan Parimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, berhasil diselamatkan setelah 10 jam proses evakuasi, Selasa, pukul 03.10 WIB dini hari.
Korban yang berhasil diselamatkan, Gianti Diah Ayu, usai evakuasi langsung diangkut ke RSUD Tangerang dengan ambulans yang sudah berjaga sejak proses penyelamatan dimulai pada sekitar pukul 18.00 WIB. Gianti diketahui mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.
Sementara proses evakuasi untuk korban lain, Mutmainah, masih berlanjut hingga berita ini diturunkan. Keduanya merupakan karyawan GMF Aeroasia Bandara Soekarno Hatta,
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, BNPB, Pemadam Kebakaran, Angkasa Pura II, TNI, dan Polri dengan mengerahkan alat berat berupa tiga buah ekskavator, juga alat ringan berupa cangkul dan linggis, untuk menyingkirkan material longsoran.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi menyatakan runtuhan tembok yang menimpa mobil berupa beton seberat 20 ton, sehingga dengan tiga ekskavator sekalipun, pengangkatan material sulit dilakukan.
“Ditambah dengan tanah yang basah dan becek, sehingga [tanahnya] terus melesak ke dalam,” kata Syaugi kepada Metro TV.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur daerah Tangerang pada Senin sore membuat tanah yang berada di atas underpass Parimeter Selatan longsor. Tembok underpass pun runtuh menutupi badan jalan pada pukul 17.00 WIB. Akibatnya, sebuah mobil yang tengah melintas tertimpa material tembok yang ambrol.
Akibat peristiwa ini, macet panjang terjadi di Jalan Perimeter Selatan dan Kereta Bandara terpaksa dihentikan pengoperasiannya.