Maria Elisa Hospita
27 September 2018•Update: 27 September 2018
Zeynep Rakipoglu
ISTANBUL
Lima puluh persen penduduk Turki menderita gangguan tidur.
“Setengah dari populasi Turki mengalami kesulitan tidur,” ungkap Fuat Ozgen, ketua Turkish Sleep Medicine Society yang berbasis di Ankara, di sela-sela National Sleep Medicine Congress ke-19 yang diadakan di Istanbul.
Kongres yang berlangsung lima hari - diikuti 200 tenaga medis profesional - mendiskusikan manfaat tidur, gangguan pernapasan dan gerakan selama tidur, tidur berlebihan, insomnia, serta gangguan tidur pada anak-anak.
Menurut Ozgen, jika orang tidak cukup tidur, maka mereka akan mudah terserang penyakit.
"Kekurangan tidur menyebabkan gangguan fungsi tubuh dan peningkatan risiko penyakit mental," tambah dia.
Ozgen juga mengatakan bahwa orang menghabiskan sepertiga dari hidup mereka untuk tidur, dan tidur menyegarkan orang secara fisik dan rohani.