Erric Permana
05 September 2017•Update: 06 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menilai rencana aksi yang akan dilakukan sejumlah ormas pada malam ini di Candi Borobudur terkait kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar merupakan salah alamat.
Menurut Said Aqil, masyarakat di Indonesia merupakan masyarakat yang toleran dan seharusnya bangga dengan adanya Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
“Kita ini bangsa yg toleran, umat Islam yangg toleran. Kita Islam Nusantara, kita umat Islam bangga dengan Borobudur, bangga dengan Prambanan, harusnya kita sangat toleran dalam hal ini,” ujar Said Aqil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Aksi kepung Candi Borobudur tersebut menurutnya tidak perlu dilakukan lantaran Pemerintah Indonesia telah melakukan langkah tegas dan cepat untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan tersebut.
“Kan bu Menteri Luar Negeri Retno sudah ke sana sangat tanggap. Bu Retno itu mengangkat poin yg mereka bawa,” tambahnya.
Said Aqil juga mempersilahkan jika ada mujahid ataupun ormas yang ingin ke Myanmar untuk membela muslim Rohingya. “Boleh boleh saja itu,” katanya.
Sejumlah ormas Islam akan menggelar aksi damai kepung Candi Borobudur pada malam ini. Aksi ini merupakan aksi protes terhadap Pemerintah Myanmar yang melakukan kekerasan terhadap muslim Rohingya di Rakhine State.