Rıskı Ramadhan
08 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Yasemin Kalyoncuoglu, Doğukan Keskinkiliç
ANKARA
Sultan Aktas, satu-satunya petugas pemadam kebakaran wanita di ibu kota Turki, percaya bahwa wanita dapat berhasil dalam pekerjaan apa pun jika memiliki rasa percaya diri.
Meski terkadang mengalami kesulitan, Aktas bahagia memiliki pekerjaan untuk menyelamatkan orang-orang dari kobaran api, bencana gempa atau pun banjir.
Kepada Anadolu Agency, Aktas mengungkapkan, setelah lulus dari jurusan arkeologi Universitas Ankara, dia berhasil lolos seleksi untuk menjadi petugas pemadam kebakaran kota Ankara delapan tahun lalu.
Delapan tahun berlalu, Aktas mengaku masih melakukan pekerjaannya dengan ketekunan dan kecintaan yang sama dengan yang dia miliki saat hari pertama bekerja.
“Saya sangat mencintai dan menganggap pekerjaan saya berbeda. Saya memiliki pekerjaan yang memberikan keuntungan batin. Kami membantu dan kemudian orang-orang berterima kasih.
“Itu membuat Anda merasa penting, bahagia dan ingin membantu lebih banyak orang," kata dia.
Aktas yang sedang mengikuti pendidikan menyelam juga akan menjadi satu-satunya penyelam wanita pertama dalam bidang penyelamatan dan pencarian bawah air di Turki setelah menyelesaikan pendidikannya.
Soal jumlah petugas pemadam kebakaran wanita yang masih sedikit, dia mengatakan bahwa perempuan tidak perlu merasa ragu dalam memilih beberapa pekerjaan.
Menurut Aktas, perempuan memiliki peran dan kontribusi dalam banyak jenis pekerjaan di dunia, namun masih ada tekanan sosial yang membuat perempuan melangkah mundur.
“Yang seharusnya kita lakukan adalah terus berusaha dan melangkah ke dalam bidang di mana kita ingin membuktikan diri. Perempuan memperindah tempat di mana dia berada dan selebihnya akan datang dengan sendirinya.
“Jika seorang wanita percaya pada dirinya sendiri dan merasa siap untuk melakukan pekerjaan tersebut, saya yakin dia akan berhasil," kata Aktas.
Selama delapan tahun menjadi petugas pemadam kebakaran, Aktas juga mengalami banyak pengalaman mengharukan saat bertugas dalam insiden kebakaran, gempa dan kejadian-kejadian lainnya.
Aktas menceritakan, terkadang saat tiba di tempat kejadian orang-orang marah dan bersikap buruk terhadapnya karena kepanikan dan kondisi buruk saat itu, namun setelah semua terlewati mereka mengucapkan terima kasih sebanyak mungkin.
“Itu adalah bagian paling indah dari pekerjaan ini. Anda tidak merasa sakit hati terhadap orang tersebut, karena Anda tahu mereka sangat menderita saat itu,” kata Aktas.