Hayati Nupus
20 April 2018•Update: 21 April 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengevakuasi 107 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) penumpang kapal cepat yang tenggelam di Perairan Batu Puteh, Kamis.
Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono mengatakan korban terdiri dari lima orang anak buah kapal, 22 perempuan, empat anak-anak dan 76 laki-laki.
“Seluruh korban selamat sudah dievakuasi ke KP Baladewa, selanjutnya dibawa ke Batu Ampar, Batam, untuk memperoleh pertolongan lebih lanjut,” ujar Mardiono, Kamis, dalam siaran pers.
Mardiono mengatakan kabar tenggelamnya kapal yang berlayar dari Bandar Penawar, Johor, Malaysia menuju Bintan, Kepulauan Riau itu diperoleh dari kantor SAR Tanjung Pinang Kamis pukul 08.45 waktu setempat. Informasi awal menyebutkan kapal mengangkut 105 orang penumpang.
Sebelumnya, informasi dari Maritime and Port Authority (MPA) Singapore menyebutkan kapal membawa 105 orang penumpang dan tenggelam pada posisi 01.19.049 N - 104,22.543 E. Coast Guard Singapura sempat menyelamatkan empat orang korban dan melaporkan adanya tujuh korban hanyut, lima orang melompat ke laut dan satu orang hilang.
Bakamla, ujar Mardiono, mengerahkan KN Belut Laut – 4806 yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, disusul delapan kapal Indonesia lainnya satu jam kemudian.
Sementara itu Singapura menerjunkan empat unit kapal dan Malaysia mengerahkan dua kapal untuk membantu mengevakuasi.
“Kapal yang belum diketahui namanya ini tenggelam karena mengalami kerusakan parah. Akibatnya, lebih dari 100 penumpang mengapung di permukaan air laut,” kata Mardiono.