Erric Permana
14 Agustus 2018•Update: 15 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta kementeriannya untuk menjaga stabilitas rupiah menyusul ketidakpastian prekonomian global termasuk dampak melemahnya ekonomi di Turki.
"Kita harus jaga stabilitas rupiah dalam nilai yang wajar, inflasi rendah, defisit transaksi yang aman," ujar Presiden Joko Widodo di kantornya pada Selasa saat menggelar rapat mengenai strategi memperkuat cadangan devisa.
Dia juga memperingatkan Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mencermati pengendalian impor.
"Sehingga impor barang yang memang sangat penting dan sangat tidak penting bisa diketahui," tambah dia.
Presiden Jokowi juga meminta agar jajarannya membuat terobosan untuk meningkatkan ekspor. Percepatan pembangunan infrastuktur pariwisata juga harus dilakukan, sebut Presiden Jokowi.
"Terutama pada lokasi pariwisata prioritas yang telah kita tetapkan. Sektor ini akan cepat menambah dan memperkuat cadangan devisa kita," tukas dia.