Astudestra Ajengrastrı
24 September 2018•Update: 24 September 2018
Dildar Baykan
NEW YORK
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu berkata Turki akan terus meningkatkan jumlah zona aman di dalam Suriah, termasuk wilayah di timur Sungai Eufrat.
Saat berbicara di depan komunitas Turki dan Muslim di New York, dalam acara yang diadakan oleh Panitia Komite Nasional Turki-Amerika, Erdogan berkata Turki akan melanjutkan perjuangannya sampai ancaman teror terhadap negara tersebut berakhir dan akan menumpas kelompok teror yang bertujuan menghancurkan masa depan Suriah.
Berbicara tentang Yerusalem, Erdogan bersumpah akan menjaga kota tersebut dari para penyerangnya.
"Kami tidak akan mengabaikan Yerusalem, Kiblat pertama kami, dari para penyerang dan mereka yang melakukan teror kepada orang-orang Palestina," ujar dia.
Turki juga akan melanjutkan perjuangannya melawan campur tangan pemerintah AS dan Israel di kota suci tersebut dengan diplomasi "pada tingkat tertinggi", lanjut dia.
Yerusalem tetap berada di pusat konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina mengharapkan Yerusalem Timur yang kini diduduki Israel, suatu saat menjadi ibu kota negara Palestina merdeka.
Presiden Turki juga mengkritik Dewan Keamanan PBB karena hanya mengakomodasi kepentingan "kekuatan tertentu", ketimbang bekerja untuk memastikan keamanan dan stabilitas global.
Erdogan saat ini berada di New York untuk mengikuti Sidang Majelis Umum PBB, di mana dia akan berbicara di depan perwakilan negara-negara anggota pada pekan ini.