Cansu Dikme, Sibel Ugurlu
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu menyatakan bahwa Turki ingin menegakkan keadilan, bukan merebut tanah, dengan Operasi Ranting Zaitun yang sedang berlangsung di Afrin, Suriah.
Dalam pidatonya kepada pejabat daerah di Kompleks Kepresidenan Turki, Erdogan mengatakan bahwa dalam operasi di sepanjang perbatasan Turki tersebut, Angkatan Bersenjata Turki yang didukung oleh pejuang Angkatan Darat Suriah (FSA) secara bertahap telah mengambil kendali wilayah tersebut dari organisasi teroris.
"Perhatian kami adalah pada tegaknya keadilan, bukan tanah," kata Erdogan.
Dia menambahkan, Turki pertama akan menghancurkan para teroris dan kemudian membuat daerah tersebut menjadi daerah yang layak untuk ditinggali. Erdogan menegaskan bahwa semua itu dilakukan untuk 3,5 juta warga Suriah yang mengungsi di Turki saat ini.
Dalam pidatonya, Erdogan juga mencatat bahwa 268 teroris telah dilumpuhkan, sementara tentara Turki dan pasukan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) kehilangan tujuh atau delapan tentara dalam empat hari terakhir.
"Turki mencoba untuk mengalahkan sebuah organisasi [teroris] yang memposting foto anak-anak berusia 13 atau 15 tahun dan wanita tua yang tidak berdosa dengan senjata ditaruh di tangan mereka dan secara paksa mengambil uang mereka yang membutuhkan makanan,” kata Erdogan.
Penyalahartian operasi
Erdogan menambahkan, kelompok teror PYD/PKK telah membebaskan semua anggota Daesh yang mereka tahan dengan syarat berperang melawan tentara Turki dan FSA di wilayah Afrin, Suriah.
"Organisasi teroris ini [PYD, PKK, Daesh, YPG, DHKP-C] semuanya sama [...] Ini adalah kelompok teroris yang memiliki tujuan yang sama dalam skenario yang sama dengan peran yang berbeda," jelas Erdogan.
Presiden juga mengecam pihak-pihak yang salah menggambarkan operasi tersebut sebagai operasi "terhadap saudara-saudara Kurdi kita, padahal jelas bahwa operasi ini menargetkan organisasi-organisasi teroris".
Erdogan mengingatkan, tuduhan yang sama juga ditujukan pada Turki selama Operasi Perisai Eufrat.
"Turki berhasil melumpuhkan lebih dari 3.000 Daesh dan ratusan teroris PYD/YPG dalam Operasi Perisai Eufrat,” tegas Erdogan
Dia menambahkan bahwa Turki dengan operasi tersebut telah membuat hampir 100 ribu orang Suriah dapat kembali ke rumah mereka.
"Saya ingin tahu apakah mereka yang menyerang Suriah tidak memperhatikannya?"
Presiden Turki mengatakan bahwa operasi tersebut akan berlangsung sampai kematian teroris yang terakhir.
Turki pada Sabtu lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.
news_share_descriptionsubscription_contact

