Pizaro Gozali İdrus
21 Mei 2018•Update: 22 Mei 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Mantan Presiden BJ Habibie mengatakan reformasi di Indonesia sudah berjalan sesuai rencana. Namun pencapaiannya masih jauh dari sasaran.
Menurut Habibie, sasaran utama dari reformasi adalah peradaban Indonesia.
“Peradaban Indonesia adalah sumber daya manusia yang bisa diandalkan,” ujar Habibie dalam Refleksi 20 Tahun Reformasi di Jakarta, Senin.
Habibie menegaskan peradaban merupakan hasil usaha dan kerja sumber daya manusia agar kualitas manusia semakin baik.
Untuk itu, menurut Habibie, setidaknya ada tiga elemen untuk membangun peradaban.
"Satu budaya. Dua, agama. Tiga, kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan,” urai Habibie.
Menurut Habibie, budaya dan agama tidak bisa dipisahkan. Namun agama saja tidak cukup dalam membangun peradaban.
“Tidak bisa mengembangkan perdaban hanya dari sila pertama. Harus seimbang antar semua sila di Pancasila,” jelas Habibie.
Habibie menjelaskan Indonesia adalah negeri Muslim terbesar di dunia. Meski demikian, Indonesia bukan negara Islam.
Indonesia, kata Habibie, adalah negara dari masyarakat yang yakin dengan eksistensi Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Atheis boleh tinggal di Indonesia. Tapi mereka harus mengikuti aturan dan Undang-Undang yang berlaku,” jelas Habibie.