Erric Permana
19 September 2017•Update: 19 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia dan Kroasia sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang dialog antaragama dan perdagangan.
Peningkatan kerja sama merupakan hasil pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dengan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Urusan Luar Negeri dan Eropa Republik Kroasia Marija Pejčinović Burić di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-72 di New York.
“Tahun ini Indonesia dan Kroasia merayakan 25 tahun hubungan diplomatik, kedua negara bertekad memperkuat kerja sama di bidang, ekonomi dan inter-faith," ujar Retno.
Dialog, kata Retno, merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kerukunan antaragama di Kroasia. Di negara ini, Kristen menjadi agama mayoritas, sementara sekitar 2 persennya merupakan muslim.
Kroasia, kata Retno, juga memuji budaya toleransi di Indonesia.
“Indonesia memiliki kerja sama inter-faith dengan berbagai negara dan menyambut baik keinginan Krosia untuk lakukan kerja sama serupa," tutur Menlu Retno.
Selain peningkatan di bidang dialog antaragama, kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan.
Pengusaha kedua negara, kata Retno, akan bertemu dalam satu kesempatan untuk menggali potensi komoditas dagang masing-masing.
Selain itu Menteri Retno juga menyambut baik tawaran Kroasia untuk menjadikan negaranya sebagai pintu masuk komditas Indonesia ke pasar Uni Eropa. Sebaliknya, Retno juga mengundang pebisnis Kroasia untuk ikut serta dalam Trade Expo Indonesia 2017 yang akan diadakan di BSD City, 10-15 Oktober 2017.
Kroasia merupakan mitra dagang Indonesia terbesar ke-7 di kawasan Eropa Timur dan Tenggara. Total perdagangan kedua negara pada 2016 adalah US$ 62.88 juta, dengan surplus untuk Indonesia sebesar US$ 35.3 juta.
Tercatat terdapat 51 orang WNI di Kroasia, sementara jumlah wisatawan Kroasia ke Indonesia sebanyak 2.504 orang.