Muhammad Nazarudin Latief
03 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia dan Inggris menyepakati kerja sama pengembangan metodologi pembangunan infrastruktur yang lebih efektif, efisien, tepat waktu, dan berkualitas untuk mengejar ketertinggalan sektor ini.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah Inggris akan berbagi pengalaman melibatkan sektor swasta dalam proyek-proyek infrastruktur.
Dengan kerja sama ini, Indonesia akan mendapatkan manfaat berupa benchmarking dalam menentukan proyek-proyek yang perlu dibangun sesuai dengan kebutuhan pemerintah. Selain itu juga best practices dalam pengembangan metode standardisasi tahap penyiapan, pengembangan, penyediaan, hingga pengevaluasian proyek dan program infrastruktur.
“Ini penting agar investasi pemerintah bisa efisien dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar dia saat menghadiri penandatanganan dokumen kerja sama Knowledge Sharing Programme for Infrastructure Development, di Jakarta, Selasa.
Menurut Menteri Bambang, adaptasi metodologi ini ke dalam sistem pembangunan nasional diharapkan bisa membuat perencanaan dan penganggaran pembangunan infrastruktur bisa sistematis dan efektif.
Kerja sama kedua negara ini ditandatangani Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Wismana Adi Suryabrata, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, dan Chief Executive Officer The Infrastructure and Projects Authority (IPA UK) Tony Meggs.
Kerja sama ini diimplementasikan dalam bentuk pertukaran pengalaman dan pelatihan berkelanjutan. Kedua program ini dirancang untuk memperbaiki keahlian dan metodologi penyediaan infrastruktur di Indonesia.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, mengatakan program ini akan mempromosikan praktik terbaik dan standar internasional dalam pengembangan infrastruktur dasar untuk kepentingan masyarakat Indonesia.