Pizaro Gozali
PALEMBANG
Perhelatan olahraga internasional Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Namun 482 hektar hutan dan lahan di Sumatera Selatan hingga kini masih terus terbakar.
Kepala Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan BPBD Sumatera Selatan Ansori mengatakan ratusan lahan yang terbakar tersebut tersebar di tiga kabupaten yakni Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir.
“Di Ogan Komering Ilir ada dua kecamatan, Musi Banyuasin ada satu kecamatan,” ujar Ansori kepada Anadolu Agency di Palembang, Senin.
Ansori mengatakan upaya memadamkan lahan yang terbakar tidak mudah. Hal ini disebabkan karena karakter lahan gambut yang mudah terbakar.
“Jadi walaupun sudah tidak ada api, tapi asapnya masih bisa [membakar] lagi,” lanjut Ansori.
Di tempat lain, kata dia, kebakaran yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir tidak sama dengan Ogan Komering Ilir. Bedanya, lahan yang terbakar di kapubaten tersebut bukan lahan gambut, melainkan tanah mineral.
“Jumlahnya kecil-kecil dan bukan lahan produktif,” ujar Ansori.
Guna memadamkan api, kata Ansori, BPBD menyiapkan delapan unit helikopter water bombing dan 2 unit helikopter patroli.
“Sekali jalan bisa sampai 30 kali water bombing,” ungkap Ansori.
Dalam kegiatan water bombing yang diikuti oleh Anadolu Agency, helikopter jenis Mi 8 terbang dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang pada sekitar pukul 08.30 WIB ke titik api di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin.
Setibanya di lokasi, asap terlihat membumbung tinggi di lahan-lahan gambut yang terbakar.
Helikopter buatan Rusia tersebut harus berjibaku untuk memadamkan api pada ratusan hektar yang terbakar. Pilot pun berkali-kali mengambil air pada sumber air yang berjarak ratusan meter dengan lokasi kebakaran.
Usai tiga jam berjibaku menjinakkan api, helikopter tiba kembali di pangkalan pada sekitar pukul 13.00 WIB.
Tak lama berselang, helikopter lainnya bersiap terbang untuk melanjutkan misi pemadaman.
Kewalahan padamkan api
Kepala Divisi Operasi Lanud Sri Mulyono Herlambang Mores Bonte mengakui personelnya kesulitan untuk dapat memadamkan api.
Menurut dia, sudah tiga pekan pemadaman dilakukan, namun api tetap tak kunjung padam.
“Kita kalang kabut karena titiknya banyak,” ujar Mores kepada Anadolu Agency.
Mores mengatakan timnya bergerak untuk melakukan pemadaman pada 6-8 titik api. Jumlah tersebut sangat cepat meluas pada lahan gambut.
“Semalam saja bisa sampai 50 hektar terbakar,” kata dia.
Namun Mores bertekad untuk memadamkan api guna menyambut perhelatan Asian Games.
“Kami kerja sampai malam dengan memaksimalkan alutsista yang ada,” jelas Mores.
BPBD menyampaikan telah menerjukan ratusan personil TNI dan Polri untuk patroli di darat. Langkah ini diambil untuk melakukan deteksi dini dan pemadaman ketika menemui titik api.