Erric Permana
20 September 2017•Update: 21 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo meminta anggota kabinet untuk memangkas aturan yang menghambat perusahaan rintisan (startup) bisnis digital guna mendorong inovasi di bidang teknologi siber.
"Jangan diatur-atur. Negara kita terlalu banyak aturan dan kita menjadi terjerat itu sendiri. Itu kita masih potong-potong, tapi masih ada 42 ribu aturan," kata Jokowi, sapaan akrab presiden, saat membuka acara Ekonomi Baru di Era Digital di Jakarta, Rabu.
Menurut Presiden Jokowi, pemerintah akan memfokuskan diri ke dalam tiga hal untuk menghadapi ekonomi berbasis teknologi di era digital, seperti deregulasi di sektor digital, pembangunan infrastruktur serta pengamanan siber (cyber security).
Dia mengatakan pemerintah melakukan strategi khusus dalam menghadapi era digital tersebut karena menyadari adanya perubahan produksi dan konsumsi dari manual menjadi online.
"Hati-hati akan ada perubahan bukan hanya pola konsumsi tapi juga pola kerja akan berubah semuanya," ujar presiden.
Jokowi memastikan akan terus mengejar ketertinggalan infrastruktur khususnya di wilayah timur dan tengah Indonesia guna mendukung ekonomi digital di kawasan itu.
"Bahwa infrastruktur harus dikejar karena ini kunci," tegas dia.
Dia mengingatkan kepada para pemangku usaha untuk waspada terhadap serangan siber dan juga pencurian data pelanggan.
Untuk itu, tambah dia, pemerintah pun telah membentuk Badan Siber Nasional menghadapi hal serangan tersebut.
"Saya titip kepada ibu dan bapak CEO dan kepala staf digital tolong siapkan betul sarana cyber security Anda," kata Jokowi.