Shenny Fierdha Chumaira
15 Februari 2018•Update: 16 Februari 2018
Shenny Fierdha
DEPOK
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingatkan anak buahnya untuk menghilangkan budaya kekerasan dan sikap arogan, demi menjaga hubungan yang harmonis antara antara warga dengan institusi kepolisian.
"Dirusaknya kantor polisi di daerah-daerah merupakan akumulasi kemarahan rakyat. Mereka pasti sudah lama kesal dengan polisi di daerahnya dan akhirnya kekesalan itu meledak," kata Tito di di Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis.
Dia mencontohkan adanya anggota kepolisian di suatu daerah yang ketika menangkap warga karena suatu pelanggaran hukum tertentu, polisi itu malah memukuli warga meskipun yang bersangkutan sudah ditangkap.
Atau misalnya, ketika polisi menangkap orang yang mabuk dan meresahkan warga, polisi menangkap orang yang mabuk tersebut untuk sesaat lalu dilepas dan kemudian polisi itu malah meminum minuman keras milik si pemabuk.
"Maka itu saya berpesan agar semua jajaran Polri mulai dari tingkatan teratas sampai terbawah harus satu persepsi dalam menghilangkan budaya kekerasan dan sikap arogan seperti itu. Semuanya harus meningkatkan layanan publik agar hubungan dengan masyarakat pun bisa terjalin dengan baik," kata Tito.
Perbaikan seperti ini penting kiranya dilakukan agar tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian bisa meningkat.