22 Oktober 2017•Update: 24 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menilai tantangan terbesar yang dihadapi santri saat ini merupakan kemajuan teknologi, terorisme dan narkoba.
Ini disampaikan Said Aqil Siraj pada acara peringatan Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi, Jakarta, yang dihadiri ratusan santri dari seluruh daerah di Indonesia.
"Tantangan teknologi harus kita hadapi dengan siap," ujar Said Aqil Siraj.
Said Aqil mengatakan kemajuan teknologi merupakan tantangan terberat bagi santri. Salah satunya yakni keterbukaan informasi melalui internet. Dia pun mengingatkan santri untuk lebih berhati-hati.
"Internet manfaatnya besar tapi juga madhorot-nya besar," tambah Said Aqil.
Saat ini, kata dia, para santri pun sudah diberi pelatihan seperti internet dan komputer untuk mencegah hal buruk darikemajuan teknogi. Bahkan para santri diajarkan mempelajari ilmu jurnalistik agar tidak menjadi korban berita hoax.
"Kita sudah mulai mengadakan pelatihan," tegas Said Aqil.
Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para santri saat ini dituntut mampu berinteraksi dalam dunia digital. Dia pun meminta agar santri bisa menggunakan perangkat digital sebagai alat yang menebarkan nilai agama.
"Kita sekarang semua menjadi umat digital," kata Lukman.
Dalam peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta ini dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri TJahjo Kumolo dan Kepala Staf Umum TNI Laksdya TNI Didit Hendriawan.